Space Kitten Cat Maret 2020 ~ Kesehatan Masyarakat

Sabtu, 28 Maret 2020

Accident Investigation K3

Assalamu'alaikum wr.wb semua...

Pada kesempatan kali ini Siska mau berbagi informasi mengenai Accident Investigation (Investigasi Kecelakaan Kerja) pada mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja bersama bapak Aulia Rahman., SKM. MKM.

Informasinya akan Siska bagi dalam bentuk foto catatan tentang materi ini. Jika kalian semua mau mendengar informasi yang lebih lengkapnya di youtube silahkan Klik di sini atau kunjungi Accident Investigation with Mr.Owl

Berikut foto-foto catatan materi Accident Investigation.


Sekian informasi yang dapat Siska sampaikan. Terimakasih  telah mampir ke blog Siska...

Siska Mayeni (1911211044)
Ilmu Kesehatan Masyarakat A3
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas

Minggu, 15 Maret 2020

Wabah Antraks di Indonesia Tahun 2020


Anthraks adalah penyakit infeksi yang menular dari hewan ternak. Seseorang dapat terkena penyakit anthraks apabila menyentuh atau memakan daging hewan yang terkena anthraks. Anthraks merupakan penyakit serius dan jarang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Sampai saat ini tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa bakteri penyebab antraks dapat menular antar manusia.

Gejala Anthraks
Gejala anthraks berbeda-beda, tergantung pada jalur masuknya bakteri ke dalam tubuh seseorang. Di bawah ini beberapa gejala anthraks yang dibedakan berdasarkan cara penularannya:

Anthraks kulit
Anthraks ini menyebabkan munculnya banyak benjolan kulit yang dapat terasa gatal. Benjolan ini paling sering muncul di daerah wajah, leher, dan lengan. Selanjutnya benjolan itu dapat berubah menjadi borok berwarna hitam yang tidak menyebabkan nyeri.

Anthraks pencernaan
Gejala anthraks pencernaan atau anthraks gastrointestinal adalah mual dan muntah, tenggorokan sakit dan kesulitan menelan, sakit perut, nafsu makan menurun, sakit kepala, demam, serta muncul benjolan pada leher. Ketika kondisinya makin parah, penderita dapat mengalami diare dan BAB berdarah.

Anthraks pernapasan
Gejala awal anthraks jenis ini menyerupai gejala penyakit flu, seperti demam, nyeri menelan, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala lanjutannya berupa sesak napas hingga syok. Anthraks pernapasan dapat menyebabkan peradangan selaput otak dan saraf tulang belakang (meningitis).

Kapan harus ke dokter
Anthraks termasuk penyakit yang jarang. Akan tetapi, jika Anda bekerja di lingkungan yang kemungkinan ada paparan anthraksnya, maka Anda perlu melakukan vaksinasi.
Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala anthraks seperti yang dijelaskan di atas, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang tepat, terutama bila bekerja di lingkungan ternak atau sehabis makan daging sapi setengah matang.
Penyebab Anthraks
Anthraks adalah penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis, yaitu bakteri yang normal berada di tanah. Bakteri ini dapat menyerang hewan pemakan rumput, seperti sapi, kambing, domba, dan kuda. Bakteri anthraks dapat menyebar  dari hewan ke manusia ketika seseorang menyentuh kulit atau bulu hewan yang terinfeksi, maupun memakan daging hewan yang kurang matang, atau menghirup bakteri anthraks.
Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa penyebab anthraks yang dibagi berdasarkan cara penyebarannya:
Anthraks kulit
Seseorang yang memiliki luka terbuka pada kulit dapat terpapar oleh bakteri anthraks. Bakteri anthraks ini berasal dari kulit, bulu, tulang, atau daging hewan yang terinfeksi. Anthraks jenis ini tidak berbahaya, dan biasanya baru berkembang 1-7 hari setelah seseorang terpapar.
Anthraks pencernaan
Anthraks jenis ini terjadi ketika seseorang memakan daging yang sudah terinfeksi, sehingga bakteri anthraks akan masuk ke saluran pencernaan. Infeksi saluran pencernaan akibat anthraks ini baru terjadi sejak 1-7 hari setelah seseorang terpapar bakteri.
Anthraks pernapasan
Anthraks ini merupakan anthraks yang paling berbahaya. Seseorang dapat terinfeksi jenis anthraks ini jika menghirup serbuk (spora) dari bakteri anthraks, seperti ketika memproses bulu atau kulit dari hewan ternak. Infeksi akibat anthraks ini biasanya baru berkembang setelah 7 hari hingga 2 bulan sesudah seseorang terpapar.
Selain ketiga cara penularan di atas, anthraks juga dapat menular pada pengguna heroin suntik. Anthraks jenis ini hanya berada di negara benua Eropa, dan tidak terjadi di Indonesia. 

Melihat cara penularannya, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terinfeksi anthraks, di antaranya:
  • Beraktivitas di kawasan yang memiliki riwayat anthraks.
  • Memiliki pekerjaan untuk memproses kulit, bulu, atau daging dari hewan ternak, atau mengurus hewan.
  • Peneliti anthraks di laboratorium.
Diagnosis Antraks
  • Tes kulit
  • Tes darah
  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan feses
  • Pungsi lumbal
Pengobatan Anthraks
Pengobatan anthraks lebih efektif jika dilakukan secepatnya. Dokter akan memberikan kombinasi sejumlah antibiotik, seperti penisilin, doxycycline, dan ciprofloxacin untuk memaksimalkan pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan umumnya ditentukan oleh faktor usia, kondisi kesehatan penderita secara umum, serta luas bagian tubuh yang terinfeksi.

Komplikasi Anthraks 
Jika tidak diobati dengan cepat, anthraks dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi yang dapat terjadi adalah peradangan selaput otak dan tulang belakang (meningitis), yang kemudian dapat menimbulkan perdarahan hebat dan berujung pada kematian.

Pencegahan Antraks
Anthraks dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicu penularan anthraks. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
  • Memastikan daging telah dimasak hingga matang sebelum dimakan.
  • Menjalani vaksinasi anthrax, terutama jika Anda berisiko tertular anthraks.
  • Menghindari interaksi dengan binatang yang terinfeksi anthraks.
 Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan klik disini  atau https://youtu.be/5BKCp2aGJ4A dan silahkan tonton videonya yaa, agar lebih paham.....

Sumber 
1. https://www.alodokter.com/anthrax (diakses 15 Maret 2020)
2. https://mimoza.tv/antraks-penyebab-gejala-dan-pengobatan/
   (diakses 15 Maret 2020) 
3. https://youtu.be/5BKCp2aGJ4A (diakses 18 Maret 2020)



Kamis, 05 Maret 2020

Dancing Plague: Wabah Menari Sampai Mati



Apa kabar semua?? Semoga dalam keadaan sehat wal'afiat semua ya. Pada kesempatan ini Siska mau membahas suatu wabah yang sangat aneh dan terjadi di Strasbourg pada tahun 1518. Wabah ini disebut Dancing Plague.

Dancing Plague mungkin bisa dibilang sebagai wabah paling nyeleneh yang pernah terjadi dalam sejarah. Nggak seperti wabah pada umumnya yang membuat si pengidap mengalami sakit atau semacamnya, Dancing Plague bikin si penderitanya menari. Tapi, menarinya sendiri ekstrem dan nggak karuan. Gimana nggak, begitu mulai menari para korbannya tak bakal berhenti sampai mereka kelelahan dan mati.

Dancing Plague adalah sebuah kasus yang cukup aneh dan sangat misterius. Kasus ini disebut sebagai Wabah Menari yang terjadi pada bulan Juli, 1518 di Strasbourg, Alsace. Sejarah mencatat sekitar 400 orang menari secara beriringan selama berhari-hari bahkan hingga sekitar satu bulan tanpa istirahat. Wabah ini banyak merenggut nyawa yang diakibatkan karena serangan jantung, stroke dan kelelahan.




Asal Mula Dancing Plague

Kisah ini bermula dari seorang wanita yang bernama Frau Troffea. Saat itu semua berjalan dengan semestinya pada pagi yang indah di Strasbourg, gelak tawa masyarakat dan anak-anak yang bermain terdengar riang di seluruh penjuru, setidaknya sampai Troffea datang. Wanita itu tiba-tiba datang dan menari-nari seperti orang gila, masyarakat melihatnya sebagai hiburan tersendiri sampai semuanya berakhir mengerikan. Beberapa orang yang menonton mulai ikut menari juga. Satu-persatu, perlahan namun pasti, jumlah orang yang menari terus bertambah hingga mencapai ratusan.
Sampai pada puncaknya, diperkirakan ada kurang lebih 400 orang yang ikut menari bersama. Mereka menari tanpa henti, tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa beristirahat. Mereka terus menari selama berhari-hari hingga akhirnya tubuh mereka tidak sanggup lagi dan tumbang di tempat.

Misteri Dancing Plague yang Tak Terungkap

Selain kehabisan tenaga, orang-orang yang telah tumbang juga banyak yang meninggal. Diduga mereka meninggal karena serangan jantung, stroke, dan kelalahan. Tentunya fenomena ini sangat membingungkan masyarakat sekitar yang melihatnya, namun sayangnya mereka tidak akan pernah mendapatkan jawabannya.

Argumen Hasil Penelitian Para Peneliti

Para peneliti modern memiliki teori bahwa wabah ini terjadi karena keracunan makanan yang disebabkan oleh produk kimia beracun dari jamur api yang biasanya tumbuh pada biji-bijian gandum. Jamur yang sama juga telah terlibat dalam anomali sejarah utama lainnya, seperti pengadilan penyihir salem. Untuk mengetahui macam penelitian para ahli lebih lanjut Klik di sini atau https://rumahmisteri.com/wabah-menari-1518/

Muncul spekulasi juga bahwa tarian-tarian itu terjadi karena stress akibat psikosis pada tingkat masal, karena wilayah – wilayah di mana terdapat wabah menari ini penuh dengan kasus kelaparan dan penyakit. Sedangkan menurut beberapa masyarakat yang masih percaya dengan tahayul, beranggapan bahwa ini adalah ritual dari semacam aliran keperacayaan tertentu.

Sumber

1. https://rumahmisteri.com/wabah-menari-1518/ di akses 5 Maret 2020
2. https://www.boombastis.com/wabah-dancing-plague/79371 di akses 5 Maret 2020